07
DES
2020

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER

Pada zaman sekarang ini, pendidikan yang tinggi seakan dianggap tidak berpengaruh dengan kuallitas individu seseorang. Orang yang berpendidikan tinggi tidak ada bedanya dengan orang yang berpendidkan rendah. Padahal idealnya seseorang dengan pendidikan tinggi bisa menjadi panutan dan contoh untuk orang yang berpendidikan rendah, seperti pepatah yang mengatakan “Seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk” artinya semakin tinggi ilmunya semakin rendah hatinya. Kalau sudah pandai jangan sombong selalulah rendah hati, pandai dalam memilih dan memilah antara baik dan buruk serta lebih bijaksana dalam berperilaku, dengan menindih sifat angkara dari ilmu pengetahuan yang dimiliki.

            Hal ini membuktikan bahwa pendidikan karakter yang direncanakan selama ini tidak berjalan sesuai dengan semestinya, sekaligus menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Indonesia. Pendidikan seharusnya diharapkan mampu mengubah individu yang tidak baik menjadi baik, tetapi dalam kenyataannya belum mampu menjawab permasalahan yang ada, khususnya berkenaan dengan karakter seseorang. Pendidikan bukan hanya menggarap keterampilan dan karakter atau perilaku seseorang. Maka dari itu pendidikan karakter untuk saat ini sudah seharusnya dijalankan melihat kenyataan yang ada.

            Pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah adalah pendidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Pendidikan karakter merupakan proses pemberian tuntunan peserta/anak didik agar menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, raga serta rasa dan karsa. Karakter tersebut diharapkan menjadi kepribadian utuh yang mencerminkan keselarasan dan keharmonisan dari olah hati, olah pikir, olah raga serta olah rasa/karsa.

Karakter  atau watak merupakan sifat  batin yang mempengaruhi segenap pikiran manusia, pikiran budi, pekerti serta tabiat yang dimiliki manusia atau makluk hidup lainnya. Lebih lengkapnya bahwa karakter adalah nilai-nilai khas seseorang baik watak, akhlak maupun kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi untuk berbagai kebijakan. Sedangkan kebijakan-kebijakan tersebut diyakini dapat dipergunakan sebagai cara pandang dalam berpikir, bersikap dan berucap dan juga bertingkah laku di dalam kehidupan sehari-hari.

            Pendidikan karakter merupakan usaha sadar dan terencana di dalam mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan juga pembudayaan peserta didik untuk membangun karakter pribadi yang baik untuk warga Negara Indonesia, sehingga tercipta suatu bangsa yang tangguh, berwawasan, bermoral dan memiliki akhlak yang baik.

            Kementerian Pendidikan Nasional telah merumuskan 18 Nilai Karakter yang akan ditanamkan dalam diri peserta didik sebagai upaya membangun karakter bangsa. Berikut 18 nilai tersebut :

  1. Religius
  2. Jujur
  3. Toleransi
  4. Disiplin
  5. Kerja Keras
  6. Kreatif
  7. Mandiri
  8. Demokratis
  9. Rasa Ingin Tahu
  10. Nasionalis
  11. Cinta Tanah Air
  12. Menghargai Prestasi
  13. Komunikatif
  14. Cinta Damai
  15. Gemar Membaca
  16. Peduli Lingkungan
  17. Peduli Sosial
  18. Tanggung Jawab

Dalam pendidikan karakter guru sangat penting berdampingan dengan peran keluarga dan peran serta masyarakat sekitar. Guru berperan dalam pendidikan yang membuka alam dan pikir serta jiwa, memupuk nilai –nilai kasih sayang, nilai keteladanan, nilai perilaku dan nilai moralitas. Guru mempunyai pengaruh besar pada kesuksesan pendidikan karakter sebagaimana ajaran Ki Hajar Dewantara “ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” maka seorang guru idealnya memiliki kedekatan dengan anak didiknya. Guru hendaknya dapat melekat dengan anak didiknya sehingga dapat mengetahui perkembangan anak didiknya. Tidak hanya dimensi intelektualitasnya saja namun juga kepribadian setiap anak didiknya.

            Tak hanya sebagai pengajar mata pelajaran saja, namun guru mampu berperan sebagai fasilitator yang membantu anak didiknya mencapai target pembelajaran, guru juga harus mampu bertindak sebagai penjaga gawang yang membantu anak didik menyaring berbagai pengaruh negative yang berdampak tidak baik bagi perkembangannya. Seorang guru juga mampu berperan sebagai penghubung anak didik dengan berbagai sumber – sumber belajar yang tidak hanya ada di dalam kelas atau sekolah. Dan sebagai katalisator guru juga mampu menggali dan mengoptimalkan potensi setiap anak didiknya.

            Dengan adanya pendidikan karakter kita berharap akan tercipta seorang yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras. Demokratis dan tertanam dalam dirinya mempunyai rasa cinta pada tanah airnya sehingga kejahatan seperti kasus narkoba, pembunuhan, penculikan dan korupsi tidak terjadi lagi di Indonesia dikarenakan ada kesadaran diri seseorang yang telah ditanamkan pendidikan karakter dengan baik, dirasakan dengan baik dan akhirnya dipraktikkan dengan baik.