15
DES
2020

TIPS BIJAK MENGGUNAKAN VITAMIN DI MASA PANDEMI COVID-19

Kasus virus covid-19 di Indonesia masih terus meningkat. Virus ini sangat mudah menular melalui kontak perorangan secara langsung, terutama pada orang yang memiliki imunitas rendah. Sejak penyebaran virus covid-19, banyak anjuran untuk mengonsumi suplemen atau vitamin untuk penambah daya tahan tubuh, seperti vitamin C dan multivitamin yang mengandung zat besi, untuk mencegah penularan virus corona. Namun, apakah konsumsi vitamin dan suplemen dapat mencegah penularan virus corona? Anggapan bahwa suplemen dapat mencegah virus corona tidak sepenuhnya benar, kita perlu bijak dalam memilih dan menggunakan suplemen.

Sebelumnya perlu kita ketahui terlebih dahulu apa definisi dari suplemen dan vitamin. Vitamin berbeda dengan suplemen, vitamin adalah zat atau senyawa organik kompleks yang berfungsi mengatur proses metabolisme tertentu dalam tubuh, sedangkan suplemen adalah nutrisi yang digunakan untuk melengkapi makanan, terdiri dari satu atau lebih bahan yang dapat berupa vitamin, mineral, herbal atau tumbuhan, dan asam amino. Vitamin berasal dari makanan dan buah-buahan yang bersifat organik dan suplemen umumnya diproduksi secara mekanik, mengandung beberapa macam vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh.

Sistem kekebalan berfungsi dengan menggunakan penghalang eksklusi – menghilangkan patogen, mentolerir sumber antigen yang tidak mengancam, dan mempertahankan memori imunologi. Fungsi utama dari sistem kekebalan termasuk menonaktifkan patogen, seperti bakteri, jamur, parasit, dan virus, dan membasminya; memerangi sel-sel tubuh sendiri jika mereka berubah karena suatu penyakit, seperti kanker; dan menetralkan zat berbahaya dari lingkungan.

Secara umum vitamin dibagi menjadi 2 tipe, meliputi vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan C tidak dapat disimpan dalam jumlah banyak dalam tubuh dan akan dibuang melalui urine. Vitamin larut dalam lemak diantaranya adalah vitamin A, D, E dan K. Konsumsi vitamin ini harus berhati-hati, karena jika dosisnya terlalu tinggi akan terakumulasi dalam tubuh.

Pada dasarnya sistim imun dapat ditingkatkan oleh nutrisi yang mendukung dari aneka makanan, sayur dan atau buah-buahan. Sumber dari vitamin B terdapat di beberapa makanan, buah-buahan maupun sayuran seperti ragi, beras, pisang, alpukat, telur, keju, ikan, daging sapi, sayuran, kacang-kacangan dan lain-lain. Vitamin B sangat diperlukan oleh tubuh dan jika kekurangan dapat menyebabkan gangguan, seperti misalnya menyebabkan anemia.

Vitamin C diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Sumber vitamin C alami dapat diperoleh dari buah-buahan yang kaya vitamin C seperti strawberry, kiwi dan jeruk. Sumber dari vitamin A dapat diperoleh antara lain dari minyak ikan, wortel, brokoli, telur, dan susu. Vitamin D penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang dengan membantu absorbsi kalsium di usus. Vitamin D dapat diperoleh dari paparan sinar matahari, dapat juga diperoleh dari makanan seperti ikan salmon, telur, keju dan produk susu olahan. Sumber vitamin E diantaranya dari buah kiwi, kacang almond, alpukat, telur, susu, dan kacang.  Sumber dari vitamin K umumnya berasal dari sayuran hijau seperti sledri, alpukat dan buah kiwi.

Suplemen merupakan produk yang mengandung satu atau lebih vitamin, mineral, asam amino, asam lemak dan serat. Selain itu, suplemen dapat berupa produk alami berupa herbal atau bahan alami non tumbuhan, yang dikemas dalam bentuk tablet, pil, kapsul, kapsul lunak atau cairan. Saat ini banyak sekali jenis suplemen yang beredar di pasaran, seperti multivitamin yang mengandung tiga atau lebih vitamin dan mineral, seperti vitamin C, B, A, D3, E, K, tembaga, seng besi, kalsium, magnesium, dan lain-lain, atau suplemen nonvitamin nonmineral, seperti minyak ikan, probiotik, echinacea, suplemen bawang putih, dan lain-lain.

Suplemen bukan pengganti makanan sepenuhnya, kita tetap perlu mengonsumsi berbagai macam makanan sehat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suplemen tidak seperti obat, suplemen tidak ditujukan untuk mengatasi, mendiagnosa, mencegah atau menyembuhkan penyakit. Beberapa suplemen mengandung bahan aktif yang memiliki efek biologik dalam tubuh, sehingga dapat membahayakan jika tidak digunakan secara tepat. Kombinasi suplemen, memberikan suplemen bersama obat, mengganti obat dengan suplemen atau menggunakan suplemen secara berlebihan adalah tindakan yang tidak tepat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menggunakan suplemen atau vitamin pertama adalah memastikan apakah memang benar-benar perlu mengonsumsi atau membutuhkan suplemen. Hindari mengonsumsi suplemen untuk tujuan pengobatan tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter atau Apoteker sebelum menggunakan suplemen, untuk memastikan kandungan suplemen sesuai yang diperlukan, karena setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. Jika memang diperlukan, baca label kemasan terlebih dahulu untuk mengetahui bahan yang terkandung, jumlah kandungan, dan bahan tambahan lainnya.

Vitamin dan suplemen sebaiknya dikonsumsi saat tubuh memang membutuhkan saja. Konsumsi vitamin dan suplemen yang tidak tepat dapat menyebabkan efek yang tidak diharapkan. Selain itu jika mengkonsumsi obat-obatan rutin, kemungkinan dapat menyebabkan interaksi obat. Kandungan gizi dari makanan, seperti protein, serat, vitamin dan atau mineral memiliki peran lebih besar dalam mendukung sistim imun dibandingkan suplemen yang dijual di Apotek atau Toko obat. Dengan mengkonsumsi makanan sehat, melakukan olah raga secara teratur, menjaga berat badan, menghindari stress dan tidur yang cukup, dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Jika kebutuhan nutrisi harian tidak dapat dipenuhi, dapat mengonsumsi suplemen dan vitamin untuk mendapatkan asupan nutrisi tambahan, namun perlu bijak dalam memilih dan menggunakannya.

Sumber:

  1. Tulisan Dra. apt. Tri Murti Andayani, Sp.FRS, PhD; drh. Retno Murwanti,MP, PhD (Dosen Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi UGM).
  2. Panduan Gizi Seimbang pada Masa Pandemi Covid-19 oleh Kemenkes RI 2020
  3. Majalah Farmasetika Edisi September 2020, “ Apoteker berperan dalam manajemen kekebalan tubuh cegah Covid-19