22
DES
2020

GERAKAN SEKOLAH MENYENANGKAN (GSM): APA ITU ?

Oleh: Drs. SUSILO PURWANTONO, M.M.

Dalam rangka mewujudkan link and match dengan industri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melaksanakan upaya pemgembangan sarana prasarana SMK melalui Bantuan Revitalisasi SMK Tahun 2019.  SMK Negeri 2 Magetan merupakan salah satu SMK  di Kabupaten Magetan yang mendapatkan bantuan tersebut. Bantuan tersebut diharapkan  dapat meningkatkan hard skil peserta didik.

Di samping itu, dalam rangka peningkatan soft skill peserta didik, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menyelenggarakan “ Workshop Penguatan Ekosistem Sekolah Menengah Kejuruan melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan” . Kegiatan workshop tersebut untuk Batch 5 dilaksanakan di Hotel Grand Dafam Yogyakarta, tanggal 13 s.d. 17 Desember 2020.  SMK Negeri 2 Magetan dengan dihadiri oleh kepala sekolah menjadi salah satu dari 100 peserta yang hadir.

Implementasi dari Workshop ini adalah diharapkan sekolah mampu mengedepankan ekosistem pembelajaran yang menarrik dan nyaman melalui pengembangan karakter (soft skill) sehingga mampu memaksimalkan potensi peserta didik.

Apa itu  GSM ?

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) adalah gerakan akar rumput yang mempromosikan dan membangun kesadaran guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun ekosistem sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup,  agar anak-anak menjadi pembelajaran yang adaptif, mandiri, tangkas dan cepat menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat dan tak menentu.

 Sekolah yang berusaha  untuk menciptakan ekosistem baru dapat menggunakan platform 4 (empat) area dalam menyusun strategi ke arah itu, yaitu:

  1. Lingkungan belajar (Learning Environment)

Dalam hal ini yang dapat dilakukan oleh sekolah, misalnya menata lingkungan sekolah agar segar, hijau, nyaman;  menata ruang belajar baik teori maupun praktik untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif; menata taman sekolah dan penyediaan “pojok kreasi siswa

2. Praktik Pedagogi (Pedagogical Practices)

Untuk area ini, sekolah dapat merancang penerapan pembelajaran dengan menekankan konsep bahwa siswa adalah “subjek pembelajaran” dan konsep pembelajaran menyenangkan dengan penggunaan pelbagai model dan pendekatan pembelajaran; penanganan siswa yang perlu mendapatkan perhatian khusus dengan bimbingan karir dengan pendekatan humanis (humanis approach)

3. Koneksi sekolah (School Connectedness)

Untuk mencipakan ekosistem sekolah menyenangkan sekolah dapat menjalin kerja sama yang intensif dengan para stake holder : orang tua siswa, alumni, IDUKA, dinas pendidikan  dan dinas terkait.

4. Pengembangan Karakter ( Character Development)

Strategi yang dapat dilakukan oleh sekolah pada area ini misalnya: pelaksanaan program JUMAT BERSIH, Gerakan Membaca Ayat Suci Al-Quran pembelajaran, penguatan program 5 S ( Senyum, Salam, Sapa, Sabar, Syukur), Gerakan Sholat Berjamaah di Masjid Sekolah.

Rancangan di atas sekaligus merupakan strategi sekolah dalam membekali kompetensi peserta didik  di abad 21 atau di era 4.0. Untuk bisa menghadapi tantangan di era 4.0, kompetensi yang perlu disiapkan adalah 4 C.

  1. Critical Thinking (kemampuan berfikir kritis)
  2. Creativity (kreativitas – kreatif)
  3. Communication (kemampuan berkomunikasi)
  4. Collaboration (kemampuan bekerja sama)

Yang tidak kalah penting juga sehubungan dengan perkembangan teknologi dan informasi adalah kompetensi literasi, termasuk  digital literasi.

Semoga kita mampu mempersiapkan dan melaksanakannya.

SMK Bisa – SMK Hebat

Vokasi – Kuat ; Menguatkan Indonesia.

Skadama  – Jaya Luar biasa     

-sp-