21
JUL
2021

RUMAH SEBAGAI BASIS PENDIDIKAN

Jelas sudah orang tua tak bisa menghindarkan diri sebagai pemikul utama tanggung jawab pendidikan. Ini adalah tugas keluarga. Lembaga prasekolah dan sekolah hanya berperan sebagai mitra pembantu.  Tugas penting orang tua ini ada terdukung jika mampu menciptakan suasana rumah menjadi tempat tinggal sekaligus basis pendidikan. Tugas berat memang. Namun ada banyak cara untuk melakukannya.

Rumah sebagai basis pendidikan dapat dicapai bila memperhatikan hal berikut:

  1. Melengkapi fasilitas pendidikan
  • Tempat belajar yang menyenangkan

Sama sekali tidak harus mahal. Seperangkat meja kursi sederhana dilengkapi dengan rak buku sudah bisa diubah menjadi meja belajar. Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, penataannya harus disesuaikan kebutuhan anak.  Kalau bisa sediakan tempat  belajar khusus untuk masing masing anak dan beri kebebasan serta tanggung jawab untuk mengurusi meja belajarnya sendiri- sendiri.

  • Media informasi

Media- media ini bisa berupa televisi, radio, komputer, buku ataupun majalah. Seperti layaknya setiap media, informasi yang disediakan tidak semuanya dibutuhkan anak. Bahkan ada yang cenderung merusak anak. Itu sebabnya, tindakan seleksi perlu dilakukan orang tua.

2. Budaya ilimiah

  • Budaya Islami

Salah satu cara terbaik untuk memberikan pendidikan keimanan dan nilai moral adalah dengan teladan langsung. Ajaran tentang dzikir kalimat thayyibah, shalat, kejujuran,hingga mencintai Al Quran sangat mudah diajarkan bila orangtua langsung mempraktekkannya.

  • Budaya belajar

Yang harus belajar bukan hanya anak anak. Orang tua dan anggota keluarga lainnya juga harus memberikan teladan. Materi yang dipelajari tergantung kebutuhan masing masing misal ayah mempelajari buku-buku ekonomi dan ibu mempelajari buku fikih Islam.Gairah orangtua untuk terus belajar inilah yang akan dicontoh anak.

  • Jam baca

Membudayakan jam baca bisa diseragamkan misal bakda Isya ditetapkan sebagai jam baca selama 15-30 menit. Tujuan penetapan jam baca ini adalah untuk menumbuhkan minat baca anak bukan untuk memaksa anak belajar. Beri kesempatan mereka untuk memilih apa yang akan mereka baca.

  • Gairah cerita

Kegiatan ini bermanfaat sebagai wahana untuk meluaskan cakrawala berpikir anak, sebagai media orang tua mengajarkan nilai moral dan juga meningkatkan kecintaan anak terhadap buku dan memelihara rasa keingintahuan mereka.

  • Gairah rasa ingin tahu

Jika anak sudah tidak memiliki rasa ingin tahu lagi, maka mereka akan cenderung menolak menerima pendidikan itu. Maka menumbuhkan budaya ingin tahu juga merupakan hal yang penting. Rasa ingin tahu anak akan terpancing jika mereka menerima informasi yang menarik. Sebenarnya setiap bayi terlahir dengan rasa ingin tahu yang amat besar .Selanjutnya, mereka berkembang menjadi anak- anak yang ingin tahu. Pertanyaan – pertanyaan akan muncul terhadap segala sesuatu yang mereka temui. Fitrah ini penting untuk dipelihara dan diarahkan. Dengan penuh kesabaran orang tua harus terus menjawab pertanyaan anak dan meamancingnya dengan pertanyaan baru.

Sumber :  

Mendidik anak dengan cinta – Irawati Istadi

Leave a Reply

captcha *