21
SEP
2021

Penting untuk Anda Ketahui, Inilah Alasannya Mengapa Anda Harus Paham Lisensi

Penting untuk anda ketahui, inilah alasannya mengapa anda harus paham lisensi. Agar dalam Anda berkarya seperti di artikel sebelumya, https://smkn2magetan.sch.id/2021/02/02/mural-sebagai-media-ekspresi-dan-komunikasi/ karya Anda bisa terlindungi dari praktik plagiasi.

Untuk membahas lisensi secara menyeluruh kita perlu melacak balik sampai ke titik paling dalam yang paling awal, yang menjadikan setiap pencipta karya dan konsumen karya, membutuhkan license.

Artikel ini adalah tulisan ulang dari catatan kuliah singkat di grup Telegram Gimpscape dengan pemateri Ade Malsasa Akbar. Catatan tersebut telah diberikan lisensi CC-BY-SA 3.0 yang mana tulisan ini boleh didistribusikan ulang baik dengan perubahan atau tidak, serta harus memberikan kredit pada nara sumber dan harus menggunakan lisensi yang sama dengan sumber karya. Adapun isi artikel ini adalah jawaban atas atas soal-soal berikut :

    • Apa itu copyright?

    • Apa konsekuensi copyright?

    • Apa itu license?

    • Apa konsekuensi license?

    • Di mana license digunakan?

    • Apa contoh license?

    • Apakah karya Anda membutuhkan license?

Seperti saya isyaratkan di atas, Anda akan mendengar perkara-perkara yang jarang Anda dengar di website ini.

Jadi perhatikanlah!

Untuk memahami hal ini, Anda perlu tahu, bahwa pengetahuan tentang copyright dan lisensi itu sangat-sangat minim kita dapati di Indonesia.

Sebagai bukti, selama periode Maret hingga November 2016, Ade Malsasa melakukan ratusan private message (pm) kepada banyak sekali orang, yang di antaranya ia pertanyakan copyright kepada mereka. Hasilnya mengejutkan, tidak ada satu pun mereka yang bisa menjawab dengan benar. Sebagai catatan, di antara mereka ada developer Distribusi Sistem Operasi GNU/Linux lokal, ada juga programer, dan ada juga desainer.

Apa itu copyright?

Copyright adalah hukum negara yang mengatur penyalinan karya cipta. Dalam bahasa hukum di Indonesia, copyright diartikan hak cipta. Jika diartikan dalam bahasa paling lugu adalah hak menyalin. Karena copy artinya salin, menyalin; sedangkan right adalah hak.

Copyright mengatur perbuatan menyalin suatu karya yang dilakukan oleh pihak lain terhadap si pencipta karya. Dan uniknya,copyright terjadi otomatis.

Ada sebuah “kumpulan hukum” yang dalam bahasa Inggris disebut Intellectual Property, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), yang di dalamnya terdapat 4 hukum lain, yaitu:

    • Copyright Law (Hak Cipta)

    • Patent Law (Paten)

    • Trade Secret Law (Rahasia Dagang)

    • Trademark Law (Merek Dagang)

Di antara keempat hukum ini, hanya copyright yang terjadi secara otomatis. Selain copyright, perlindungan harus terjadi melalui pendaftaran. Yaitu pendaftaran karya ke negara untuk memperoleh hak yang dimaksud.

Apa yang dimaksud copyright terjadi secara otomatis? Artinya adalah sekali Anda misalnya membuat sebuah karya cipta, maka negara secara otomatis (tanpa pendaftaran) memberikan hak yang dinamakan copyright kepada Anda secara eksklusif (hanya Anda yang memegangnya). Dalam hal ini, Anda disebut “copyright holder” (Indonesia: pemegang hak cipta). Dan karya Anda dilingkupi (covered) oleh copyright law di negara tersebut.

Apa konsekuensi copyright?

Tidak boleh ada pihak lain yang menyalin, menggandakan, memodifikasi karya tersebut kecuali copyright holder sendiri.

Sekarang kita masuk ke pembahasan inti.

Apa itu license?

License (Indonesia: lisensi) adalah surat izin tertulis yang diberikan oleh copyright holder kepada pihak lain, untuk mengecualian hak mutlak yang tadinya hanya dipegang oleh si copyright holder.

License itu pada hakikatnya adalah pengecualian terhadap konsekuensi copyright, bagi pihak luar selain copyright holder.

Apa konsekuensi license?

Konsekuensi sebuah lisensi adalah setiap pihak luar yang menerima karya cipta dari seorang copyright holder, diizinkan melakukan perbuatan yang tercantum di dalam teks lisensi tersebut.

Dalam bahasa hukum pada umumnya, si pemberi lisensi disebut Licensor dan si penerima lisensi disebut Licensee. Ini istilah bahasa inggris yang tidak bisa diterjemah ke bahasa indonesia dengan mudah. Seperti kata Employer (pemberi gaji) dan Employee (penerima gaji).

Berikut adalah contoh konsekuensi lisensi. Misalnya Anda melisensikan karya XYZ kepada saya untuk dimodifikasi, tetapi tidak boleh digandakan, maka saya punya hak untuk memodifikasi karya XYZ ini.

Namun jika saya menggandakan karya itu, maka menurut hukum saya “liable” (dari liability) yang artinya saya berhak dihukum, karena melanggar lisensi yang diberikan oleh Anda dan persoalan ini dibahas dalam copyright law.

Pada praktik lapangannya, biasanya pemilik karya menggugat/menuntut saya selaku orang yang melanggar lisensi dan saya bisa dikenai hukuman seperti bayar denda atau penjara. Ini sudah sering terjadi dan saya yakin Anda minimal pernah dengar satu kali.

Di mana license digunakan?

License digunakan di setiap karya cipta apakah digital atau nondigital, kapan pun, dan di mana pun.

Ada pertanyaan yang sangat menarik, “Lalu bagaimana dengan karya yang tidak mencantumkan license sama sekali?”

Bagi orang awam, jawabannya biasanya “Ooo! berarti karya ini bebas diapa-apain, suka-suka saya.”

Namun jawaban copyright sebaliknya, “Hak copyright atas karya itu kembali ke pencipta karyanya (copyright holder) karena copyright itu terjadi secara otomatis.”

Yes, dengan kata lain berhati-hatilah Anda berurusan dengan karya cipta yang tidak mencantumkan lisensi, karena di negara yang copyright berlaku, itu artinya karya tersebut telah tercakup oleh copyright. Anda tidak bisa semaunya menggandakan atau memodifikasi karya tersebut.

Pertanyaan yang sepaket yaitu bagaimana bentuknya license yang digunakan itu?

Bentuknya yang paling sering Anda lihat adalah di setiap paket (.zip, .tar.gz, .rar) yang Anda unduh dari internet. Biasanya di dalamnya ada teks bernama LICENSE atau COPYING, di dalamnya ada teks surat izin dari si pencipta karya yang mengatur Anda dalam pemakaian karya tersebut.

Bentuknya yang jauh lebih familiar bagi Anda, adalah ketika Anda meng-install Windows atau Microsoft Office atau nonfree software lain, Anda melihat jendela teks EULA dan di bawahnya ada tombol “Decline” (Tolak) dan “Accept” (Terima). Itulah lisensi.

Jadi sekarang Anda tahu, bahwa setiap karya secara umum selalu mencantumkan lisensi. Dalam bahasa lain, lisensi adalah perjanjian antara pengguna dan pembuat karya.

Apa contoh license?

Nah, saya kira ini yang Anda paling ingin dengar. Saya membaginya menjadi dua kubu yaitu kubu software dan nonsoftware.

Lisensi kubu Software dibagi lagi menjadi dua yaitu free dan nonfree.

  • Lisensi Free Software contohnya GNU GPL, GNU LGPL, New BSD License, Apache License, dsb.
  • Lisensi Nonfree Software contohnya EULA di Microsoft Office, EULA di AutoCAD, EULA di Avira Antivir Free Edition, EULA di Google Earth versi gratis, EULA di Google Chrome.

Lisensi kubu Nonsoftware ada banyak sekali. Berikut beberapa contohnya.

  • Creative Commons: CC BY-SA, CC BY-NC, dan varian CC lainya.
  • Unlicense
  • Dan banyak lagi lainnya.

Apakah karya Anda membutuhkan license?

Jawabannya bisa diberikan dalam banyak cara, cara pertama ini adalah dengan membaginya menjadi dua kondisi.

Jika Anda mau keluar dari copyright yang artinya tidak menganut doktrin copyright, lepaskan karya Anda sebagai public domain.

Leave a Reply

captcha *