Kelengkeng
| Nama Tanaman | : | Kelengkeng |
| Nama Lain | : | Lengkeng, kelengkeng, mata kucing, atau dalam Bahasa Inggris disebut longan |
| Nama Latin | : | Dimocarpus longan |
| Famili | : | Sapindaceae |
| Asal Tanaman | : | Asia Tenggara |
| Jenis tanaman | : | Akar Tunggang / Keras |
| Ciri-ciri Tanaman | : | 1. Pohon lengkeng rata-rata dapat tumbuh mencapai ketinggian 30 meter hingga 40 meter. Diameter pohonnya dapat mencapai 80 cm. 2. Berdaun majemuk, dengan 2-4(-6) pasang anak daun, sebagian besar berbulu rapat pada bagian aksialnya. 3. Tangkai daun 1–20 cm, tangkai anak daun 0,5-3,5 cm. Anak daun bulat memanjang, panjang lk. 1-5 kali lebarnya, bervariasi 3-45 × 1,5–20 cm, mengertas sampai menjangat, dengan bulu-bulu kempa terutama di sebalah bawah di dekat pertulangan daun. 4. Perbungaan umumnya di ujung (flos terminalis), 4–80 cm panjangnya, lebat dengan bulu-bulu kempa, bentuk payung menggarpu. Mahkota bunga lima helai, panjang hingga 6 mm. |
| Ciri-ciri Buah | : | 1. Buah bulat, cokelat kekuningan, hampir gundul; licin, berbutir-butir, berbintil kasar atau beronak, bergantung pada jenisnya 2. Daging buah tipis berwarna putih dan agak bening 3. Pembungkus biji berwarna cokelat kehitaman, mengilat. Terkadang berbau agak keras. |
| Manfaat Tanaman | : | 1. Dimakan dalam keadaan segar. 2. Dikalengkan dalam sari buahnya. 3. Dikeringkan, untuk dijadikan bahan pembuat minuman penyegar. 4. Biji lengkeng yang mengandung saponin kadang-kadang dimanfaatkan untuk mencuci rambut 5. Biji, buah, daun, dan bunga lengkeng juga digunakan sebagai bahan obat tradisional, terutama dalam ramuan Tiongkok |
| Sumber | : | Wikipedia |