Sawo Duren
| Nama Tanaman | : | Sawo Duren |
| Nama Lain | : | Sawo hijau, kenitu, sawo apel, sawo ijo atau apel ijo (Jawa), sabo susu (Sasak), sawo hejo (Sunda), sawo kadu (Banten), kenitu, gemintu atau manécu (Jatim), sawo manila (Lampung) dan sawo beludru. |
| Nama Latin | : | Chrysophyllum cainito |
| Famili | : | Sapotaceae |
| Asal Tanaman | : | Amerika Serikat dan Hindia Barat |
| Jenis tanaman | : | Akar Tunggang / Keras |
| Ciri-ciri Tanaman | : | 1. Pohon sawo duren dapat tumbuh hingga ketinggian 50 meter. 2. Bagian batangnya berkayu, silindris, tegak, pepagan berpermukaan kasar berwarna cokelat, abu-abu gelap sampai keputihan 3. Daun tunggal berwarna coklat-keemasan |
| Ciri-ciri Buah | : | 1. Buah buni berbentuk bulat hingga bulat telur sungsang, berdiameter 5–10 cm, dengan kulit buah licin mengkilap, coklat keunguan atau hijau kekuningan sampai keputihan 2. Kulit buah agak tebal, liat, banyak mengandung lateks dan tak dapat dimakan. 3. Daging buah putih atau keunguan, lembut dan banyak mengandung sari buah, manis, membungkus endokarp berwarna putih yang terdiri dari 4-11 ruang yang bentuknya mirip bintang jika dipotong melintang. Biji 3-10 butir, pipih agak bulat telur, coklat muda sampai hitam keunguan, keras berkilap. |
| Manfaat Tanaman | : | 1. Dikonsumsi sebagai buah segar, bahan es krim 2. Rebusan daun sawo duren biasa dipakai untuk menyembuhkan diabetes dan rematik. 3. Dari pepagannya (kulit kayu) sawo duren, dihasilkan obat kuat dan obat batuk 4. Pohonnya sebagai tanaman hias dan peneduh di taman-taman dan tepi jalan. 5. Kayunya sebagai bahan bangunan. 6. Cabang-cabangnya yang tua untuk menumbuhkan anggrek |
| Sumber | : | id.m.wikipedia.org |
![]() |
![]() |
![]() |